Memiliki nama lengkap Nani Rahayu Basuki, tetapi ia lebih dikenal publik dengan panggilan Yayuk Basuki. Yayuk adalah atlet tenis ternama di Indonesia terutama di era 90-an. Prestasinya termasuk gemilang karena berhasil menembus Internasional bahkan pers internasional pernah menyematkan julukan pada Yayuk sebagai Jaguar dari Asia (The Jaguar of Asia).

Masa Muda dan Kehidupan Pribadi Yayuk Basuki

Lahir pada tanggal 30 November tahun 1970 di Yogyakarta, dari ibunya yang bernama Sutini dan ayahnya bernama Budi Basuki. Orang tua Yayuk juga pemain tenis sejak muda. Ayahnya adalah seorang polisi yang bertugas di Magelang. Ibunya memiliki peran penting dalam memperkenalkan Yayuk pada dunia atlet tenis, sekaligus melatihnya di masa kecil. Yayuk merupakan bungsu dari 5 lima bersaudara.

Tahun 1983, Yayuk menamatkan Sekolah Dasarnya. Ia melanjutkan pendidikan SMP di Jakarta dan lulus pada tahun 1986. Sedangkan tahun 1989, Yayuk menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Jakarta. Bakat tenis Yayuk telah terlihat sejak ia masih kecil. Pada usia 5 tahun, ia sudah bermain tenis. Saat umur 13 tahun, Yayuk Basuki berlatih tenis di bawah naungan klub Ragunan-Jakarta sampai tahun 1989.

Kemudian Yayuk dilatih bergantian oleh beberapa pelatih dan yang terbesar jasanya bagi kemahiran Yayuk adalah Mien Gondowidjojo. Pak Mien bukan hanya sebagai pelatih bagi Yayuk namun juga sebagai orang tua angkat Yayuk. Karir professional level internasionalnya dimulai Yayuk di tahun 1990, sesudah resmi bergabung dalam PB Pelita.

Yayuk menikah dengan sesama atlet tenis bernama Hary Suharyadi yang usianya 5 tahun lebih tua dari Yayuk. Petenis yang memiliki tinggi badan 164 cm ini dikaruniai satu orang anak bernama Yary Nara Sebrio Suharyadi.

Karir Internasional Yayuk Basuki

Yayuk Basuki sempat memposisikan dirinya di ranking ke-19 dalam deretan nama petenis wanita Internasional dan peringkat ke-9 dalam daftar petenis ganda wanita sedunia. Di tahun 1991, ia mengikuti kejuaraan tenis di Pattaya, Thailand, kemudian berhasil memenangkannya. Dalam kejuaraan tersebut, kala itu Yayuk masih menempati peringkat ke-178 kelas dunia. Setelah berhasil mengalahkan Naoko Sawamatsu petenis asal Negeri Sakura yang berperingkat 27 dunia, Yayuk pun melejit masuk dalam daftar 100 top petenis dunia versi WTA (Asosiasi Tennis Wanita).

Berlanjut ke Grand Slam Wimbledon tahun 1997, Yayuk mampu mencapai perempat final. Di Wimbledon tahun itu, Yayuk menembus dominasi permainan Monica Seles dan Steffi Graf yang merupakan dua petenis dominan masa itu. Prestasinya menjadikan Yayuk Basuki sebagai satu-satunya pemain tenis Indonesia luar biasa, yang pernah menembus persaingan di Grand Slam Wimbledon dan sampai di perempat final.

Di saat Yayuk Basuki melangkah memasuki 8 besar Wimbledon, dia mencatatkan dirinya sebagai petenis wanita asal Indonesia yang pertama kali masuk ke Eight Club, sebuah lembaga yang menaungi para alumni 8 besar turnamen tenis besar. Dengan masuk menjadi anggota 8 Club, Yayuk dapat menikmati berbagai fasilitas VIP seperti hotel berbintang 5 di mana pun, sebagaimana yang dinikmati oleh petenis dunia lainnya.

Peringkat paling tinggi yang pernah dicapai oleh Yayuk adalah posisi ke-19 dalam kelas tunggal internasional, dan posisi ke-9 dalam kelas ganda internasional. Prestasi yang sudah dicapai Yayuk di dunia tenis, belum bisa disaingi oleh para petenis Indonesia lainnya sampai hari ini. Prestasi yang diraih Yayuk tersebut membawa dirinya untuk memperoleh penghargaan Atlet Terbaik Presiden Soeharto.

Karir Yayuk Basuki Pasca Gantung Raket

Yayuk pernah melatih tim tenis nasional Hong Kong di tahun 2011, untuk turnamen PKV GAMES 2011. Sempat merasa tidak diperlukan dan tidak diperhatikan oleh Negara sendiri, tahun 2012 Yayuk lebih memilih menjadi pelatih bagi atlet Hong Kong, Amerika, Turki dan Jepang. Akhirnya di tahun 2013, Yayuk Basuki kembali ke Indonesia karena ia khawatir dengan regenerasi atlet tenis muda Indonesia yang tak berjalan.

Setelah memutuskan gantung raket dan pension sebagai atlet tenis professional tahun 2004, Yayuk mulanya tak tertarik pada perpolitikan. Akan tetapi, melihat perkembangan olah raga tanah air yang tergolong miris dan sepengetahuannya kerap dijadikan lahan korupsi. Akhirnya Yayuk menerima tawaran dari PAN untuk duduk di kursi DPR masa jabatan 2014-2019 komisi X yang menangani masalah Pendidikan, Olahraga, Pariwisata, Pemuda, Perpustakaan, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan.

Prestasi dan Penghargaan Yayuk Basuki

Tunggal :

  1. Juara 2 di Jakarta tahun 1986
  2. Juara 2 di Birmingham Inggris tahun 1987
  3. Juara di Futures Bangkok tahun 1989
  4. Juara di Futures Jakarta tahun 1990 (Januari)
  5. Juara di Futures Jakarta tahun 1990 (Agustus)
  6. Juara di Futures Jakarta tahun 1991
  7. Juara di Corel-WTA-Tour Pattaya Muangthai tahun 1991
  8. Juara di Corel-WTA-Tour Kuala Kumpur tahun 1992
  9. Juara di Corel-WTA-Tour Pattaya Kuala Lumpur tahun 1993
  10. Juara di Corel-WTA-Tour Beijing tahun 1994
  11. Juara di Corel-WTA-Tour Pattaya Muangthai tahun 1994
  12. Medali emas dalam Asian Games di Bangkok tahun 1998

Ganda:

  1. Juara 2 di Corel-WTA-Tour Nashville AS tahun 1992 (berpasangan dengan Caroline Vis)
  2. Juara 2 di Corel-WTA-Tour Corel-WTA-Tour Tokyo/Nicherei tahun 1992 (berpasangan dengan Nana Miyagi)
  3. Juara Corel-WTA-Tour Taipei 1993 (berpasangan dengan Nana Miyagi)
  4. Juara Corel-WTA-Tour di Sapporo Jepang tahun 1993 (berpasangan dengan Nana Miyagi)
  5. Juara Corel-WTA-Tour di Surabaya tahun 1994 (berpasangan dengan Romana Tedjakusuma)
  6. Juara 2 di Jepang Open tahun 1994 (berpasangan dengan Nana Miyagi)
  7. Juara 2 Corel-WTA-Tour di Pattaya Muangthai tahun 1994 (berpasangan dengan Nana Miyagi)
  8. Juara Corel-WTA-Tour di trasbourg Perancis tahun 1996 (berpasangan dengan Nicole Bradtke)
  9. Juara Corel-WTA-Tour di Hobart tahun 1996 (berpasangan dengan Kyoko Nagatsuka)
  10. Juara di Kanada Open tahun 1997 (berpasangan dengan Caroline Vis)
  11. Juara Corel-WTA-Tour di Los Angeles AS tahun 1997 (berpasangan dengan Caroline Vis)
  12. Juara 2 Corel-WTA-Tour Leipzig tahun 1997 (berpasangan dengan Helena Sukova)
  13. Juara 2 Corel-WTA-Tour Moscow tahun 1997 (berpasangan dengan Helena Sukova)
  14. Juara 2 Corel-WTA-Tour Strasbourg Perancis tahun 1998 (berpasangan dengan Caroline Vis)
  15. Juara 2 Kanada Open tahun 1998 (berpasangan dengan Caroline Vis)
  16. Juara Corel-WTA-Tour di Pattaya Muangthai tahun 2000 (berpasangan dengan Caroline Vis)
  17. Juara Corel-WTA-Tour di Dubai UAE tahun 2001 (berpasangan dengan Caroline Vis)