Marion Bartoli adalah pensiunan petenis professional Prancis. Dia memenangkan gelar pemain tunggal Kejuaraan Wimbledon 2013 setelah sebelumnya menjadi runner-up pada 2007, dan menjadi semifinalis di Perancis Terbuka 2011. Dia juga memenangkan delapan kali pemain tunggal Asosiasi Tenis Wanita dan tiga gelar untuk pemain ganda. Dia mengumumkan pengunduran dirinya dari tenis profesional pada tanggal 14 Agustus 2013.

Bartoli pernah mengalahkan tiga pemain nomor satu di dunia yang berkuasa dalam karirnya. Dia juga mencatat kemenangan atas pemain top lainnya seperti Venus dan Serena Williams, Lindsay Davenport, Ana Ivanovic, Arantxa Sánchez Vicario, Caroline Wozniacki, Dinara Safina, Petra Kvitová, Kim Clijsters dan Samantha Stosur.

Marion Bartoli juga dikenal dengan gaya permainannya yang tidak lazim, menggunakan dua tangan di forehand dan backhand-nya. Pada 30 Januari 2012 dia mencapai peringkat tertinggi dalam karier tenisnya yakni peringkat 7 di dunia, lalu dia kembali berada di peringkat ke-7 pada tanggal 8 Juli 2013 setelah menang di Wimbledon. Bartoli mencapai setidaknya babak perempat final di masing-masing dari empat Grand Slam.

Kemenangan Bartoli di Wimbledon menjadikannya dirinya sebagai satu-satunya pemain keenam di era terbuka yang memenangkan Kejuaraan tanpa menjatuhkan satu set pun. Dia juga satu-satunya pemain yang pernah bermain di WTA Tour Championships dan WTA Tournament of Champions di tahun yang bersamaan yaitu tahun 2011.

Masa Muda dan Kehidupan Pribadi Marion Bartoli

Marion Bartoli lahir pada tanggal 2 Oktober 1984 di Le Puy-en-Velay, Haute-Loire. Dia adalah keturunan Korsika dan keluarganya berasal dari Palneca, Corse-du-Sud. Dia lahir dari pasangan suami istri bernama Walter Bartoli dan Sophie Bartoli. Bartoli diperkenalkan pertama kali pada tenis ketika berusia 6 tahun, oleh ayahnya yang merupakan seorang dokter.

Dia biasa berlatih tenis bersama Walter saat malam hari sepulang sekolah di lapangan kecil, bersalju, dan permukaannya tidak rata sehingga membatasi pergerakan dan memengaruhi gaya bermainnya. Ketika cuaca cukup buruk, Bartoli akan berlatih di fasilitas indoor tua di mana ada ruang yang sangat terbatas antara baseline dan dinding, sebab itu Bartoli menjadi mahir bermain di dalam baseline.

Awalnya Bartoli memiliki masalah dengan forehand yang lemah. Kemudian dia mengembangkan gaya dua tangan dalam forehand atas saran ayahnya sekaligus pelatihnya, Walter Bartoli. Forehand-nya membaik secara signifikan ketika dia beralih menggunakan dua tangan. Di masa mudanya, sering kali Marion Bartoli melakukan perjalanan ratusan kilometer untuk pergi ke turnamen, sementara itu dia akan mengejakan PR-nya di bangku belakang mobil.

Pada Februari 2013 Bartoli mengumumkan bahwa ayahnya tidak lagi menjadi pelatihnya. Posisi Walter digantikan oleh mantan juara 1 dunia yaitu Amélie Mauresmo. Dan di tahun yang sama, Bartoli memenangkan Kejuaraan Wimbledon 2013.

Marion Bartoli yang memiliki tinggi tubuh 5 kaki dan 7 inci (170 cm) ini, memiliki jutaan penggemar dari seluruh dunia. Bartoli telah melewati betapa sulitnya berkecimpung di dunia tenis. Ada banyak pengorbanan, harapan, dan latihan keras yang diperlukan hingga dia mencapai karir cemerlangnya dan membuat impian masa kecilnya menjadi kenyataan dengan memenangkan Wimbledon pada usia 29 tahun.

Dia pensiun dari permainannya, tetapi dia masih suka menonton tenis. Bartoli menyukai masakan Prancis dan masakan India. Dia sangat pandai melukis dan memiliki hobi musik. Dia jugabeberpa kali bepergian ke India. Dia telah memulai lini fashionnya sendiri yang meliputi perhiasan, sepatu, tas, dan pakaian.

Perjalanan Karir Tenis Marion Bartoli

Bartoli mulai memasuki turnamen data sgp secara teratur pada usia 16 tahun. Setelah beberapa kali dibatalkan pada tahun 1999 dan 2000, ia bermain di turnamen clay events dan memenangkan hadiah senilai $ 10.000 pada musim semi 2001. Berhasil memenangkan dua turnamen secara berturut-turut di bulan Mei di Hatfield dan Torino, membuat dirinya dipastikan mendapatkan wildcard ke Grand Slam pertamanya dalam French Open tetapi dia dikalahkan Catalina Castaño pada babak pertama. Bartoli juga memenangkan turnamen lain di Koksijde, Belgia.

Pada 2002, ia menerima wildcard ke Australian Open. Dia kalah dari Tina Pisnik dalam tiga set. Dia kemudian memenangkan gelar ITF keempatnya di Columbus, Ohio. Di US Open dia lolos dan mengalahkan Arantxa Sánchez Vicario. Moment itu merupakan kemenangan pertama Bartoli megalahkan seorang pemain tenis yang masuk urutan 100 besar. Kemenangan selanjutnya dia raih dengan mengalahkan Rossana de los Ríos.

Bergerak pada pencapaian karir tenis profesionalnya, ia berhasil mengalahkan tiga pemain tenis no.1 dunia di sepanjang karirnya : Justine Henin di semifinal Wimbledon 2007, Jelena Jankovic di babak keempat Australian Open 2009 dan Victoria Azarenka di babak perempat final 2012 Sony Ericson Open. Marion Bartoli juga menjadi runner-up juara Wimbledon pada 2007. Dia juga mencapai semifinal di Perancis Open tahun 2011.