Roger Federer bintang tenis asal Swiss ini begitu luar biasa, 8 kali menyabet gelar juara Wimbledon. Hal itu sudah cukup membuktikan bahwa ia menjadi petenis pofesional bukan sekedar karena latihan. Roger seolah terlahir dengan bakat alaminya untuk menjadi bintang dalam olahraga tenis kelas internasional.

Pada 2009, Roger menikahi Mirka Vavrinec yang merupakan mantan atlet tenis profesional. Pernikahan mereka dikaruniai anak perempuan kembar identik bernama Myla dan Charlene. Di bulan Mei 2014, pasangan itu mendapatkan anak kembar kedua kalinya, sepasang kembar yang diberi nama Leo dan Lenny.

Masa muda Roger Federer

Bintang tenis kelas internasional Roger Federer lahir pada tanggal 8 Agustus tahun 1981, di Basel, Swiss. Ayahnya berdarah Swiss bernama Robert Federer sedangkan ibunya berdarah Afrika Selatan bernama Lynette Du Rand. Orang tua Federer bertemu pertama kali saat dalam perjalanan bisnis untuk sebuah perusahaan farmasi, tempat di mana mereka berdua bekerja.

Roger Federer tertarik pada olahraga sejak usia dini. Ia bermain tenis dan sepak bola pada usia 8 tahun, tetapi fokusnya jatuh pada tenis. Pada usia 11 tahun, ia termasuk diantara 3 pemain tenis junior Top di Swiss. Pada usia 12 tahun, ia memutuskan untuk benar-benar berhenti dari olahraga lainnya dan memfokuskan dirinya dan mengerahkan semua latihannya pada olahraga tenis, yang menurutnya dia unggul secara alami.

Pada usia 14 tahun, Roger benar-benar menenggelamkan dirinya dalam permainan tenis. Ia mengikuti dua hingga tiga turnamen setiap bulan, dan setidaknya berlatih 6 jam dalam seminggu. Untuk menyempurnakan tekniknya, Roger sering meniru gaya permainan idolanya yaitu Boris Becker dan Stefan Edberg.

Karir Tenis Roger Federer

Pada usia 14 tahun, Roger Federer menjadi juara junior nasional di Swiss dan terpilih untuk berlatih di Pusat Tenis Nasional Swiss di Ecublens. Dia bergabung dengan ITF (International Tennis Federation) Junior Circuit pada tahun 1996 dan mendapatkan sponsor pertamanya di usia 16 tahun. Pada tahun 1998, Roger memenangkan gelar junior Wimbledon dan Orange Bowl lalu ia diakui sebagai juara Tenis Junior Dunia ITF.

Roger memenangkan gelar tunggal dan ganda putra Wimbledon juga pada tahun 1998, dan segera menjadi petenis profesional pada akhir tahun 1998. Ketika Wimbledon 2001, Roger membuat sensasi dengan mengalahkan juara Pete Sampras di babak keempat. Pada tahun 2003, Roger menjadi petenis asal Swiss pertama yang memenangkan gelar Grand Slam ketika ia menang di Wimbledon.

Pada awal tahun 2004, Roger Federer menempatkan namanya di peringkat 2 petenis dunia, dan pada tahun yang sama ia memenangkan Australia Open, AS Open, ATP Masters dan mempertahankan gelar tunggal Wimbledon yang disandangnya.

Tahun berikutnya di awal 2005, dia berhasil menempatkan nama besarnya di peringkat 1 petenis dunia. Di tahun yang sama ia juga mendapatkan gelar tunggal Wimbledon selama tiga tahun berturut-turut sekaligus dalam turnamen AS Open. Roger mempertahankan peringkat 1 yang disandangnya dari tahun 2004 hingga 2008 pada pengeluaran hk. Roger juga dinobatkan sebagai Laureus World Sportsman of the Year dari tahun 2005 hingga 2008.

Pada tahun 2008, Roger mengalami masa sulit dalam kariernya. Dia dikalahkan saingannya yaitu Rafael Nadal di turnamen Perancis Open dan Wimbledon. Dia juga dikalahkan oleh bintang muda lainnya yaitu Novak Djokovic di tornamen Australia Open 2008. Hal itu menjadikan namanya merosot ke peringkat 2 petenis dunia. Namun di musim turnamen 2009, permainan brilian Roger yang menyeluruh telah membuatnya bisa menempatkan kembali namanya ke peringkat 1 petenis dunia.

Pada tahun 2012, Roger Federer mendapatkan gelar tunggal Wimbledon ke-7. Di akhir tahun 2012, ia membuat rekor dengan total 302 minggu peringkat atas petenis dunia. Namun tahun 2013, Roger tersingkir dari kompetisi tunggal di babak kedua dikalahkan oleh Sergiy Stakhovsky yang berada di peringkat ke-116 pada saat itu. Sedangkan di AS Open, Roger dikalahkan oleh Tommy Robredo di babak keempat.

Musim turnamen 2015, karir Roger dimulai dengan catatan mengecewakan karena kalah dari petenis Italia yaitu Andreas Seppi di putaran ketiga Australia Open. Meski demikian, Roger berjuang untuk membuktikan bahwa dia masih bisa bersaing dengan petenis elit lainnya dengan mengalahkan Djokovic sehingga ia memenangkan Kejuaraan Dubai pada bulan Februari 2015. Namun di tahun yang sama, Roger dikalahkan rekan senegaranya Stan Wawrinka dalam turnamen Prancis Open di babak perempat final.

Musim turnamen 2016, karir Roger Federer masih dihiasi kekecewaan. Ia tidak berhasil mencapai final Wimbeldon. Ia juga gagal di Australia Open karena dikalahkan Novak Djokovic dan setelah pertandingan itu, ia mengalami cedera lutut. Kemudian disusul masalah punggung yang memaksanya mundur dari turnamen Prancis Open untuk menghindari cedera lebih parah.

Juli 2017, Roger yang telah berusia 35 tahun mencetak gelar Wimbledon kedelapannya setelah mengalahkan Marin Cilic. Ia juga menjadi juara pria tertua dalam turnamen di Open Era. Di Australia Open 2018, Roger sekali lagi mengalahkan Marin Cilic dan memperoleh rekor 6 gelar jawara Australia Open dan memperpanjang total trofi yang didapatnya hingga 20 kejuaraan tunggal Grand Slam. Di usia 38 tahun Roger tak mau kalah dengan petenis muda dan tetap maju ke turnamen Prancis Open, tetapi ia harus berhenti di semifinal.