Inilah 10 Petenis Di Dunia Yang Super Cantik

Olahraga akan jadi lebih menarik jika dibanjiri oleh olahragawan/olahragawatinya yang juga menarik. Tak terkecuali pada cabang olahraga tenis yang juga memiliki atlet-atlet wanita cantik. Selain keahliannya dalam bermain tenis, mereka seolah telah diberkati dengan penampilan fisik yang baik. Dari sekian banyak petenis wanita dari pengeluaran sgp seluruh dunia, ada diantara mereka yang dianggap layak masuk daftar 10 pemain tenis wanita cantik tahun 2019. Berikut beberapa daftarnya!

Daftar 10 Pemain Tenis Wanita Cantik 2019

Inilah10 pemain tenis wanita cantik di dunia tahun 2019:

Urutan ke-10 adalah Maria Sharapova

Petenis wanita yang dipuja karena keahlian dan kecantikannya Maria Sharapova asal Rusia. Selama karir profesionalnya sampai sekarang, ia mendapatkan 36 gelar WTA serta 4 gelar ITF. Sharapova juga merupakan atlet tenis dengan bayaran tertinggi dan menjadi atlet tenis paling laku di tahun 2016. Sharapova telah mencetak 557 kemenangan serta 133 kekalahan dalam karir ATP-nya.

Tak hanya bergelut di dunia tenis, Sharapova juga menjadi super model Rusia yang saat ini memegang peringkat 24 dunia. Pemain tenis wanita cantik ini meraih peringkat karir WTA tertingginya sebagai No. 1 pada tahun 2005.

Urutan ke-9 adalah Caroline Wozniacki

Caroline Wozniacki adalah bintang tenis yang meraih 22 gelar WTA dan 4 ITF dalam karirnya. Wozniacki telah mendapatkan 436 kemenangan dan 169 kekalahan. Dalam peringkat WTA-nya saat ini, ia berada di peringkat 2. Dia mencapai karir terbaiknya no. 1 tahun 2011 dan mempertahankan peringkatnya selama 67 minggu. Caroline Wozniacki memiliki tubuh yang kencang sempurna dan wajah yang cantik sehingga berhasil menarik banyak perhatian pria.

Urutan ke-8 adalah Anna Kournikova

Pemain tenis wanita cantik tahun 2019 yang menempati posisi di atas Caroline Wozniacki adalah Anna Kournikova. Ia saat ini pensiun dari lapangan tenis dan sesekali bermain dalam pertandingan amal. Kournikova memiliki peringkat karir terbaiknya peringkat WTA di urutan no. 16 pada tahun 1998. Selama perjalanan karirnya, ia telah mengumpulkan 209 kemenangan dan 129 kekalahan di WTA. Dia telah menampilkan bakat Tennis-nya sebagus dalam karirnya di dunia pemodelan yang glamor.

Urutan ke-7 adalah Ashley Harkleroad

Pesaing ke-7 dalam daftar pemain tenis wanita cantik 2019 adalah Ashley Harkleroad. Dia adalah pemain tenis WTA pertama yang berpose telanjang untuk majalah ‘Playboy’. Dalam karir tenisnya, Harkleroad mengumpulkan 213 kemenangan dan 140 kekalahan. Peringkat tertinggi karir tenisnya adalah 39 pada Juni tahun 2003.

Urutan ke-6 adalah Ana Ivanovic

Pemain tenis wanita cantik tahun 2019 yang menempati posisi ke-6 adalah ratu kecantikan Serbia yaitu Ana Ivanovic. Dia memiliki 15 gelar tunggal Tur WTA, termasuk satu gelar tunggal Grand Slam. Selain tenis Ana juga sangat populer di industri fashion karena sosoknya yang cantik. Dalam karir ATP hingga sekarang, dia memiliki 437 kemenangan dan 190 kekalahan. Terakhir, dia memegang posisi no.5 di peringkat WTA.

Urutan ke-5 adalah Sania Mirza

Ia adalah satu-satunya petenis asal Asia dalam daftar Pemain Tenis Wanita Cantik. Sania Mirza merupakan petenis India yang mampu mengkombinasikan dengan yang sangat baik antara bakat, otak, dan kecantikannya. Sejak tahun 2003, ia salah satu atlet kelas atas yang bergaji tinggi di India. Dia meraih 1 gelar karir WTA dan 14 gelar di ITF.

Sania Mirza mengoleksi 271 kemenangan dan 161 kekalahan. Raihan terkini, ia memegang peringkat 6 dunia di nomor ganda dan 27 di nomor tunggal dalam daftar WTA. Sania Mirza menikah dengan pemain kriket Pakistan, Shoaib Malik. Karena wajahnya yang cantik dan lekuk tubuhnya yang sempurna, ia mampu menarik banyak dukungan.

Urutan ke-4 adalah Dominika Cibulkova

Pemain tenis wanita cantik yang berada di posisi ke-4 dalam daftar tahun 2019 adalah superstar tenis Slovakia yaitu Dominika Cibulkova. Selama karirnya WTA-nya, ia mengumpulkan 327 kemenangan dan 216 kekalahan. Cibulkova saat ini berada di peringkat 40 di ATP Masters. Peringkat tertinggi yang ia raih pada September 2014 adalah peringkat ke-10. Ia mengoleksi 4 gelar WTA dan 2 gelar ITF.

Urutan ke-3 adalah Maria Kirilenko

Dalam daftar pemain tenis wanita cantik 2019 adalah super model Rusia, Maria Kirilenko. Dalam karirnya hingga sekarang, ia telah memenangkan 6 gelar WTA dan 3 gelar karir ITF. Kirilenko memegang peringkat WTA saat ini di dunia urutan 155. Pada tahun 2013, ia mencapai peringkat karir WTA tertingginya di dunia no.10.

Urutan ke-2 adalah Daniela Hantuchova

Pemain tenis asal Slovakia benama Daniela Hantuchova adalah atlet tenis yang diakui dunia kecantikannya. Memiliki tubuh indah sempurna, ia memiliki 7 gelar WTA dan 3 gelar ITF. Saat ini Hantuchova berada diperingkat 81 WTA. Selama karir tenisnya, Hantuchova mengoleksi 539 kemenangan dan 379 kekalahan. Peringkat terbaiknya diraih pada Januari tahun 2003 ketika dia masuk ke dalam Top 10 diperingkat ke-5.

Urutan ke-1 adalah Elena Dementieva

Yang menempati urutan teratas pemain tenis wanita cantik tahun 2019 adalah kecantikan petenis Rusia, Elena Dementieva. Ia merupakan peraih Medali Emas di Olimpiade Beijing 2008 dan Medali Perak di Olimpiade Sydney 2000. Dementieva telah menjadi juara tenis sejak usia 13 tahun. Dengan catatan karir yang mengoleksi 576 kemenangan dan 273 kekalahan. Peringkat tertingginya adalah No. 3 pada April tahun 2009. Dia memiliki 16 gelar WTA dan 3 gelar ITF.

10 pemain tenis wanita cantik di atas tentu sudah sangat berpengaruh dalam dunia olahraga. Dengan kepiawaiannya bermain tenis tentu cantik dan menarik adalah nilai plus tersendiri bagi para olahragawati.

Biografi Kisah Hidup Petenis Dunia Roger Federer

Roger Federer bintang tenis asal Swiss ini begitu luar biasa, 8 kali menyabet gelar juara Wimbledon. Hal itu sudah cukup membuktikan bahwa ia menjadi petenis pofesional bukan sekedar karena latihan. Roger seolah terlahir dengan bakat alaminya untuk menjadi bintang dalam olahraga tenis kelas internasional.

Pada 2009, Roger menikahi Mirka Vavrinec yang merupakan mantan atlet tenis profesional. Pernikahan mereka dikaruniai anak perempuan kembar identik bernama Myla dan Charlene. Di bulan Mei 2014, pasangan itu mendapatkan anak kembar kedua kalinya, sepasang kembar yang diberi nama Leo dan Lenny.

Masa muda Roger Federer

Bintang tenis kelas internasional Roger Federer lahir pada tanggal 8 Agustus tahun 1981, di Basel, Swiss. Ayahnya berdarah Swiss bernama Robert Federer sedangkan ibunya berdarah Afrika Selatan bernama Lynette Du Rand. Orang tua Federer bertemu pertama kali saat dalam perjalanan bisnis untuk sebuah perusahaan farmasi, tempat di mana mereka berdua bekerja.

Roger Federer tertarik pada olahraga sejak usia dini. Ia bermain tenis dan sepak bola pada usia 8 tahun, tetapi fokusnya jatuh pada tenis. Pada usia 11 tahun, ia termasuk diantara 3 pemain tenis junior Top di Swiss. Pada usia 12 tahun, ia memutuskan untuk benar-benar berhenti dari olahraga lainnya dan memfokuskan dirinya dan mengerahkan semua latihannya pada olahraga tenis, yang menurutnya dia unggul secara alami.

Pada usia 14 tahun, Roger benar-benar menenggelamkan dirinya dalam permainan tenis. Ia mengikuti dua hingga tiga turnamen setiap bulan, dan setidaknya berlatih 6 jam dalam seminggu. Untuk menyempurnakan tekniknya, Roger sering meniru gaya permainan idolanya yaitu Boris Becker dan Stefan Edberg.

Karir Tenis Roger Federer

Pada usia 14 tahun, Roger Federer menjadi juara junior nasional di Swiss dan terpilih untuk berlatih di Pusat Tenis Nasional Swiss di Ecublens. Dia bergabung dengan ITF (International Tennis Federation) Junior Circuit pada tahun 1996 dan mendapatkan sponsor pertamanya di usia 16 tahun. Pada tahun 1998, Roger memenangkan gelar junior Wimbledon dan Orange Bowl lalu ia diakui sebagai juara Tenis Junior Dunia ITF.

Roger memenangkan gelar tunggal dan ganda putra Wimbledon juga pada tahun 1998, dan segera menjadi petenis profesional pada akhir tahun 1998. Ketika Wimbledon 2001, Roger membuat sensasi dengan mengalahkan juara Pete Sampras di babak keempat. Pada tahun 2003, Roger menjadi petenis asal Swiss pertama yang memenangkan gelar Grand Slam ketika ia menang di Wimbledon.

Pada awal tahun 2004, Roger Federer menempatkan namanya di peringkat 2 petenis dunia, dan pada tahun yang sama ia memenangkan Australia Open, AS Open, ATP Masters dan mempertahankan gelar tunggal Wimbledon yang disandangnya.

Tahun berikutnya di awal 2005, dia berhasil menempatkan nama besarnya di peringkat 1 petenis dunia. Di tahun yang sama ia juga mendapatkan gelar tunggal Wimbledon selama tiga tahun berturut-turut sekaligus dalam turnamen AS Open. Roger mempertahankan peringkat 1 yang disandangnya dari tahun 2004 hingga 2008 pada pengeluaran hk. Roger juga dinobatkan sebagai Laureus World Sportsman of the Year dari tahun 2005 hingga 2008.

Pada tahun 2008, Roger mengalami masa sulit dalam kariernya. Dia dikalahkan saingannya yaitu Rafael Nadal di turnamen Perancis Open dan Wimbledon. Dia juga dikalahkan oleh bintang muda lainnya yaitu Novak Djokovic di tornamen Australia Open 2008. Hal itu menjadikan namanya merosot ke peringkat 2 petenis dunia. Namun di musim turnamen 2009, permainan brilian Roger yang menyeluruh telah membuatnya bisa menempatkan kembali namanya ke peringkat 1 petenis dunia.

Pada tahun 2012, Roger Federer mendapatkan gelar tunggal Wimbledon ke-7. Di akhir tahun 2012, ia membuat rekor dengan total 302 minggu peringkat atas petenis dunia. Namun tahun 2013, Roger tersingkir dari kompetisi tunggal di babak kedua dikalahkan oleh Sergiy Stakhovsky yang berada di peringkat ke-116 pada saat itu. Sedangkan di AS Open, Roger dikalahkan oleh Tommy Robredo di babak keempat.

Musim turnamen 2015, karir Roger dimulai dengan catatan mengecewakan karena kalah dari petenis Italia yaitu Andreas Seppi di putaran ketiga Australia Open. Meski demikian, Roger berjuang untuk membuktikan bahwa dia masih bisa bersaing dengan petenis elit lainnya dengan mengalahkan Djokovic sehingga ia memenangkan Kejuaraan Dubai pada bulan Februari 2015. Namun di tahun yang sama, Roger dikalahkan rekan senegaranya Stan Wawrinka dalam turnamen Prancis Open di babak perempat final.

Musim turnamen 2016, karir Roger Federer masih dihiasi kekecewaan. Ia tidak berhasil mencapai final Wimbeldon. Ia juga gagal di Australia Open karena dikalahkan Novak Djokovic dan setelah pertandingan itu, ia mengalami cedera lutut. Kemudian disusul masalah punggung yang memaksanya mundur dari turnamen Prancis Open untuk menghindari cedera lebih parah.

Juli 2017, Roger yang telah berusia 35 tahun mencetak gelar Wimbledon kedelapannya setelah mengalahkan Marin Cilic. Ia juga menjadi juara pria tertua dalam turnamen di Open Era. Di Australia Open 2018, Roger sekali lagi mengalahkan Marin Cilic dan memperoleh rekor 6 gelar jawara Australia Open dan memperpanjang total trofi yang didapatnya hingga 20 kejuaraan tunggal Grand Slam. Di usia 38 tahun Roger tak mau kalah dengan petenis muda dan tetap maju ke turnamen Prancis Open, tetapi ia harus berhenti di semifinal.

Yayuk Basuki, Petenis Terbaik Yang Pernah Dimiliki Indonesia

Memiliki nama lengkap Nani Rahayu Basuki, tetapi ia lebih dikenal publik dengan panggilan Yayuk Basuki. Yayuk adalah atlet tenis ternama di Indonesia terutama di era 90-an. Prestasinya termasuk gemilang karena berhasil menembus Internasional bahkan pers internasional pernah menyematkan julukan pada Yayuk sebagai Jaguar dari Asia (The Jaguar of Asia).

Masa Muda dan Kehidupan Pribadi Yayuk Basuki

Lahir pada tanggal 30 November tahun 1970 di Yogyakarta, dari ibunya yang bernama Sutini dan ayahnya bernama Budi Basuki. Orang tua Yayuk juga pemain tenis sejak muda. Ayahnya adalah seorang polisi yang bertugas di Magelang. Ibunya memiliki peran penting dalam memperkenalkan Yayuk pada dunia atlet tenis, sekaligus melatihnya di masa kecil. Yayuk merupakan bungsu dari 5 lima bersaudara.

Tahun 1983, Yayuk menamatkan Sekolah Dasarnya. Ia melanjutkan pendidikan SMP di Jakarta dan lulus pada tahun 1986. Sedangkan tahun 1989, Yayuk menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Jakarta. Bakat tenis Yayuk telah terlihat sejak ia masih kecil. Pada usia 5 tahun, ia sudah bermain tenis. Saat umur 13 tahun, Yayuk Basuki berlatih tenis di bawah naungan klub Ragunan-Jakarta sampai tahun 1989.

Kemudian Yayuk dilatih bergantian oleh beberapa pelatih dan yang terbesar jasanya bagi kemahiran Yayuk adalah Mien Gondowidjojo. Pak Mien bukan hanya sebagai pelatih bagi Yayuk namun juga sebagai orang tua angkat Yayuk. Karir professional level internasionalnya dimulai Yayuk di tahun 1990, sesudah resmi bergabung dalam PB Pelita.

Yayuk menikah dengan sesama atlet tenis bernama Hary Suharyadi yang usianya 5 tahun lebih tua dari Yayuk. Petenis yang memiliki tinggi badan 164 cm ini dikaruniai satu orang anak bernama Yary Nara Sebrio Suharyadi.

Karir Internasional Yayuk Basuki

Yayuk Basuki sempat memposisikan dirinya di ranking ke-19 dalam deretan nama petenis wanita Internasional dan peringkat ke-9 dalam daftar petenis ganda wanita sedunia. Di tahun 1991, ia mengikuti kejuaraan tenis di Pattaya, Thailand, kemudian berhasil memenangkannya. Dalam kejuaraan tersebut, kala itu Yayuk masih menempati peringkat ke-178 kelas dunia. Setelah berhasil mengalahkan Naoko Sawamatsu petenis asal Negeri Sakura yang berperingkat 27 dunia, Yayuk pun melejit masuk dalam daftar 100 top petenis dunia versi WTA (Asosiasi Tennis Wanita).

Berlanjut ke Grand Slam Wimbledon tahun 1997, Yayuk mampu mencapai perempat final. Di Wimbledon tahun itu, Yayuk menembus dominasi permainan Monica Seles dan Steffi Graf yang merupakan dua petenis dominan masa itu. Prestasinya menjadikan Yayuk Basuki sebagai satu-satunya pemain tenis Indonesia luar biasa, yang pernah menembus persaingan di Grand Slam Wimbledon dan sampai di perempat final.

Di saat Yayuk Basuki melangkah memasuki 8 besar Wimbledon, dia mencatatkan dirinya sebagai petenis wanita asal Indonesia yang pertama kali masuk ke Eight Club, sebuah lembaga yang menaungi para alumni 8 besar turnamen tenis besar. Dengan masuk menjadi anggota 8 Club, Yayuk dapat menikmati berbagai fasilitas VIP seperti hotel berbintang 5 di mana pun, sebagaimana yang dinikmati oleh petenis dunia lainnya.

Peringkat paling tinggi yang pernah dicapai oleh Yayuk adalah posisi ke-19 dalam kelas tunggal internasional, dan posisi ke-9 dalam kelas ganda internasional. Prestasi yang sudah dicapai Yayuk di dunia tenis, belum bisa disaingi oleh para petenis Indonesia lainnya sampai hari ini. Prestasi yang diraih Yayuk tersebut membawa dirinya untuk memperoleh penghargaan Atlet Terbaik Presiden Soeharto.

Karir Yayuk Basuki Pasca Gantung Raket

Yayuk pernah melatih tim tenis nasional Hong Kong di tahun 2011, untuk turnamen PKV GAMES 2011. Sempat merasa tidak diperlukan dan tidak diperhatikan oleh Negara sendiri, tahun 2012 Yayuk lebih memilih menjadi pelatih bagi atlet Hong Kong, Amerika, Turki dan Jepang. Akhirnya di tahun 2013, Yayuk Basuki kembali ke Indonesia karena ia khawatir dengan regenerasi atlet tenis muda Indonesia yang tak berjalan.

Setelah memutuskan gantung raket dan pension sebagai atlet tenis professional tahun 2004, Yayuk mulanya tak tertarik pada perpolitikan. Akan tetapi, melihat perkembangan olah raga tanah air yang tergolong miris dan sepengetahuannya kerap dijadikan lahan korupsi. Akhirnya Yayuk menerima tawaran dari PAN untuk duduk di kursi DPR masa jabatan 2014-2019 komisi X yang menangani masalah Pendidikan, Olahraga, Pariwisata, Pemuda, Perpustakaan, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan.

Prestasi dan Penghargaan Yayuk Basuki

Tunggal :

  1. Juara 2 di Jakarta tahun 1986
  2. Juara 2 di Birmingham Inggris tahun 1987
  3. Juara di Futures Bangkok tahun 1989
  4. Juara di Futures Jakarta tahun 1990 (Januari)
  5. Juara di Futures Jakarta tahun 1990 (Agustus)
  6. Juara di Futures Jakarta tahun 1991
  7. Juara di Corel-WTA-Tour Pattaya Muangthai tahun 1991
  8. Juara di Corel-WTA-Tour Kuala Kumpur tahun 1992
  9. Juara di Corel-WTA-Tour Pattaya Kuala Lumpur tahun 1993
  10. Juara di Corel-WTA-Tour Beijing tahun 1994
  11. Juara di Corel-WTA-Tour Pattaya Muangthai tahun 1994
  12. Medali emas dalam Asian Games di Bangkok tahun 1998

Ganda:

  1. Juara 2 di Corel-WTA-Tour Nashville AS tahun 1992 (berpasangan dengan Caroline Vis)
  2. Juara 2 di Corel-WTA-Tour Corel-WTA-Tour Tokyo/Nicherei tahun 1992 (berpasangan dengan Nana Miyagi)
  3. Juara Corel-WTA-Tour Taipei 1993 (berpasangan dengan Nana Miyagi)
  4. Juara Corel-WTA-Tour di Sapporo Jepang tahun 1993 (berpasangan dengan Nana Miyagi)
  5. Juara Corel-WTA-Tour di Surabaya tahun 1994 (berpasangan dengan Romana Tedjakusuma)
  6. Juara 2 di Jepang Open tahun 1994 (berpasangan dengan Nana Miyagi)
  7. Juara 2 Corel-WTA-Tour di Pattaya Muangthai tahun 1994 (berpasangan dengan Nana Miyagi)
  8. Juara Corel-WTA-Tour di trasbourg Perancis tahun 1996 (berpasangan dengan Nicole Bradtke)
  9. Juara Corel-WTA-Tour di Hobart tahun 1996 (berpasangan dengan Kyoko Nagatsuka)
  10. Juara di Kanada Open tahun 1997 (berpasangan dengan Caroline Vis)
  11. Juara Corel-WTA-Tour di Los Angeles AS tahun 1997 (berpasangan dengan Caroline Vis)
  12. Juara 2 Corel-WTA-Tour Leipzig tahun 1997 (berpasangan dengan Helena Sukova)
  13. Juara 2 Corel-WTA-Tour Moscow tahun 1997 (berpasangan dengan Helena Sukova)
  14. Juara 2 Corel-WTA-Tour Strasbourg Perancis tahun 1998 (berpasangan dengan Caroline Vis)
  15. Juara 2 Kanada Open tahun 1998 (berpasangan dengan Caroline Vis)
  16. Juara Corel-WTA-Tour di Pattaya Muangthai tahun 2000 (berpasangan dengan Caroline Vis)
  17. Juara Corel-WTA-Tour di Dubai UAE tahun 2001 (berpasangan dengan Caroline Vis)

Profil Lengkap Mantan Juara Dunia Andy Murray

Jika Anda merupakan salah satu pecinta olahraga, pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan nama Andy Murray. Ia merupakan seorang matan juara dunia dalam olahraga tennis yang memiliki kebangsaan Inggris. Lalu, seperti apasih profil lengkap dari pemain tenis Andy Murray ini, mulai dari kehidupan pribadi hingga perjalanan karirnya? Simak ulasan selengkapnya untuk Anda.

Kehidupan Pribadi Andy Murray

Pemain tenis Andy Murray memiliki nama asli Sir Andrew Barron Murray. Ia merupakan seorang petenis dunia yang dikenal memiliki kebangsaan dari Inggris Raya. Lahir pada 15 Mei 1987 di Glasgow, Skotlandia. Selain itu, Andy Murray memiliki tinggi 190 cm. Ibu dari Andy Murray bernama Judy Murray dan ayahnya bernama William Murray.

Memiliki seorang saudara laki-laki bernama Jamie Murray, sejak kecil mereka telah diajarkan oleh ibu mereka yang berprofesi sebagai mantan pemain tennis yang kemudian menjadi pelatih tenis untuk mendalami olahraga tenis sejak usia 3 tahun. Itulah yang membuat cinta Murray untuk olahraga tennis ini menjadi berkembang.

Pemain tenis Andy Murray kemudian memulai kompetisi tenis pertamanya pada usia 5 tahun dan mulai memperoleh lawan orang dewasa pada usia 8 tahun. Orang tua Andy Murray sendiri bercerai pada usianya yang menginjak 10 tahun. Ibunya sendiri masih menjadi pelatihnya hingga Murray berusia 12 tahun.

Setelah berusia 12 rahun, ia pindah ke Spanyol. Di negara ini ia bersekolah di Schiller International School dan berlatih dibawah pelatih Pato Alvarez. Pada awalnya ia berubah menjadi tertarik pada olahraga sepak bola, akan tetapi setelah itu, ia memutuskan untuk kembali menekuni dunia tenis hingga mencapai taraf tenis profesional.

Perjalanan Karir Pemain Tenis Andy Murray

Perjalanan karir profesional pemain tenis Andy Murray sendiri benar-benar dimulai pada tahun 2005 tepatnya pada bulan April, dimana ia melakukan penampilan atau pertandingan pertamanya yang benar-benar memasuki dunia tenis profesional. Ditahun itu pula ia memiliki ranking dunia ke 407.

Kemudian di akhir tahun 2005, ia mampu melesat naik hingga ke peringkat 64 pemain tenis dunia pria terbaik. Berlanjut pada tahun 2006, pemain tenis Andy Murrai mampu mengalahkan Roger Frederer pada turnamen “The Cincinnati Master”. Dan pada tahun yang sama ia mampu mengalahkan pemain tenis Andy Roddick dan memperoleh gelar kejuaraan ATP nya yang pertama pada “SAP Open”.

Perjalanan karir dari pemain tenis Andy Murray masih berlanjut hingga tahun 2009, yang mana pada sat itu ia mampu menembus 4 besar sebagai pemain tenis pria terbaik di dunia. Walaupun begitu perjalan karir nya tidak mudah larena untuk sampai di 4 besar ia masih harus mengalahkan pemain tenis yang berbakat lain seperti Roger Frederer, Rafael Nadal, dan juga Novak Djokovic.

Pada tahun 2012, Andy Murray mendapatkan pencapaian gemilang ketika ia berhasil lolos ke babak final Wimbledon, akan tetapi pada saat final itulah ia harus menerima kekalahan dari rivalnya yaitu, Roger Frederer. Namun, kekalahan itu tidak berlangsung lama karena di tahun yang sama tepatnya pada bulan Agustus, ia akhirnya berhasil mengalahkan Roger Frederer pada gelaran ‘London Olympic Games” dan berhasil mendapatkan gelar juara medali emas pada tenis pria.

Di tahun yang sama pun yaitu, tahun 2012 pemain tenis Andy Murray mampu memenangkan gelar ‘Grand Slam’ pertamanya setelah mengalahkan Novak Djokovic pada petarungan sengit di gelaran “US Open”. Pencapaian Andy Murray kemudian berlanjut di tahun 2013 dimana ia berhasil menjadi orang Inggris pertama setelah 77 tahun yang memenangkan tenis tunggal putra pada gelaran Wimbledon setelah mengalahkan Novak Djokovic lagi.

Sayangnya, di tahun 2013 juga pemain tenis Andy Murray harus menjalani operasi serius akibat cidera punggung yang dialaminya. Yang mana operasi ini masih menghantui peforma terbaiknya hingga tahun 2014 yang membuat karirnya sedikit menurun pada tahun 2014 tersebut.

Pada bulan Maret tahun 2015, pemain tenis Andy Murray merayakan permainan ke 500 dalam sepanjang karir profesionalnya di “Miami Open”. Akan tetapi, hingga akhir tahun 2015, Andy Murray tidak bisa memenangkan gelar yang bergengsi akibat masa pemulihan dari operasi yang telah ia jalani di tahun 2013 silam.

Akan tetapi, peforma terbaik pemain tenis Andy Murray kembali menanjak di tahun 2016 hingga tahun 2018 dengan kembali memenangkan berbagai penghargaan bergensi seperti Wimbledon, kemudian Rio de Janeiro Olympic Games, dan juga US open. Walaupun di rentang tahun 2017 hingga 2018 ia juga masih harus bertarung dengan beberapa cidera yang ia alami. Akan tetapi peforma terbaiknya masih bisa ia tampilkan dengan baik.

Nah, itulah informasi lengkap mengenai data hk profil mantan juara dunia pemain tenis Andy Murray. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk menjadi pemain tenis profesional juga?

Inilah Profil Marion Bartoli Sang Juara Tenis Dunia

Marion Bartoli adalah pensiunan petenis professional Prancis. Dia memenangkan gelar pemain tunggal Kejuaraan Wimbledon 2013 setelah sebelumnya menjadi runner-up pada 2007, dan menjadi semifinalis di Perancis Terbuka 2011. Dia juga memenangkan delapan kali pemain tunggal Asosiasi Tenis Wanita dan tiga gelar untuk pemain ganda. Dia mengumumkan pengunduran dirinya dari tenis profesional pada tanggal 14 Agustus 2013.

Bartoli pernah mengalahkan tiga pemain nomor satu di dunia yang berkuasa dalam karirnya. Dia juga mencatat kemenangan atas pemain top lainnya seperti Venus dan Serena Williams, Lindsay Davenport, Ana Ivanovic, Arantxa Sánchez Vicario, Caroline Wozniacki, Dinara Safina, Petra Kvitová, Kim Clijsters dan Samantha Stosur.

Marion Bartoli juga dikenal dengan gaya permainannya yang tidak lazim, menggunakan dua tangan di forehand dan backhand-nya. Pada 30 Januari 2012 dia mencapai peringkat tertinggi dalam karier tenisnya yakni peringkat 7 di dunia, lalu dia kembali berada di peringkat ke-7 pada tanggal 8 Juli 2013 setelah menang di Wimbledon. Bartoli mencapai setidaknya babak perempat final di masing-masing dari empat Grand Slam.

Kemenangan Bartoli di Wimbledon menjadikannya dirinya sebagai satu-satunya pemain keenam di era terbuka yang memenangkan Kejuaraan tanpa menjatuhkan satu set pun. Dia juga satu-satunya pemain yang pernah bermain di WTA Tour Championships dan WTA Tournament of Champions di tahun yang bersamaan yaitu tahun 2011.

Masa Muda dan Kehidupan Pribadi Marion Bartoli

Marion Bartoli lahir pada tanggal 2 Oktober 1984 di Le Puy-en-Velay, Haute-Loire. Dia adalah keturunan Korsika dan keluarganya berasal dari Palneca, Corse-du-Sud. Dia lahir dari pasangan suami istri bernama Walter Bartoli dan Sophie Bartoli. Bartoli diperkenalkan pertama kali pada tenis ketika berusia 6 tahun, oleh ayahnya yang merupakan seorang dokter.

Dia biasa berlatih tenis bersama Walter saat malam hari sepulang sekolah di lapangan kecil, bersalju, dan permukaannya tidak rata sehingga membatasi pergerakan dan memengaruhi gaya bermainnya. Ketika cuaca cukup buruk, Bartoli akan berlatih di fasilitas indoor tua di mana ada ruang yang sangat terbatas antara baseline dan dinding, sebab itu Bartoli menjadi mahir bermain di dalam baseline.

Awalnya Bartoli memiliki masalah dengan forehand yang lemah. Kemudian dia mengembangkan gaya dua tangan dalam forehand atas saran ayahnya sekaligus pelatihnya, Walter Bartoli. Forehand-nya membaik secara signifikan ketika dia beralih menggunakan dua tangan. Di masa mudanya, sering kali Marion Bartoli melakukan perjalanan ratusan kilometer untuk pergi ke turnamen, sementara itu dia akan mengejakan PR-nya di bangku belakang mobil.

Pada Februari 2013 Bartoli mengumumkan bahwa ayahnya tidak lagi menjadi pelatihnya. Posisi Walter digantikan oleh mantan juara 1 dunia yaitu Amélie Mauresmo. Dan di tahun yang sama, Bartoli memenangkan Kejuaraan Wimbledon 2013.

Marion Bartoli yang memiliki tinggi tubuh 5 kaki dan 7 inci (170 cm) ini, memiliki jutaan penggemar dari seluruh dunia. Bartoli telah melewati betapa sulitnya berkecimpung di dunia tenis. Ada banyak pengorbanan, harapan, dan latihan keras yang diperlukan hingga dia mencapai karir cemerlangnya dan membuat impian masa kecilnya menjadi kenyataan dengan memenangkan Wimbledon pada usia 29 tahun.

Dia pensiun dari permainannya, tetapi dia masih suka menonton tenis. Bartoli menyukai masakan Prancis dan masakan India. Dia sangat pandai melukis dan memiliki hobi musik. Dia jugabeberpa kali bepergian ke India. Dia telah memulai lini fashionnya sendiri yang meliputi perhiasan, sepatu, tas, dan pakaian.

Perjalanan Karir Tenis Marion Bartoli

Bartoli mulai memasuki turnamen data sgp secara teratur pada usia 16 tahun. Setelah beberapa kali dibatalkan pada tahun 1999 dan 2000, ia bermain di turnamen clay events dan memenangkan hadiah senilai $ 10.000 pada musim semi 2001. Berhasil memenangkan dua turnamen secara berturut-turut di bulan Mei di Hatfield dan Torino, membuat dirinya dipastikan mendapatkan wildcard ke Grand Slam pertamanya dalam French Open tetapi dia dikalahkan Catalina Castaño pada babak pertama. Bartoli juga memenangkan turnamen lain di Koksijde, Belgia.

Pada 2002, ia menerima wildcard ke Australian Open. Dia kalah dari Tina Pisnik dalam tiga set. Dia kemudian memenangkan gelar ITF keempatnya di Columbus, Ohio. Di US Open dia lolos dan mengalahkan Arantxa Sánchez Vicario. Moment itu merupakan kemenangan pertama Bartoli megalahkan seorang pemain tenis yang masuk urutan 100 besar. Kemenangan selanjutnya dia raih dengan mengalahkan Rossana de los Ríos.

Bergerak pada pencapaian karir tenis profesionalnya, ia berhasil mengalahkan tiga pemain tenis no.1 dunia di sepanjang karirnya : Justine Henin di semifinal Wimbledon 2007, Jelena Jankovic di babak keempat Australian Open 2009 dan Victoria Azarenka di babak perempat final 2012 Sony Ericson Open. Marion Bartoli juga menjadi runner-up juara Wimbledon pada 2007. Dia juga mencapai semifinal di Perancis Open tahun 2011.